Dokumentasi BAZNAS RI
BAZNAS RI Perkuat Sinergi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid
10/07/2026 | Admin BAZNAS Morowali
Ketua BAZNAS RI Dr. H. Sodik Mudjahid, M.Sc melakukan audiensi dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, B.A., M.B.A., di Ruang Bandung, Kantor BKPM, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Pertemuan yang difasilitasi oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi pengembangan ekonomi umat melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah (ZIS), serta pemberdayaan berbasis masjid.
Audiensi dihadiri oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Dr. Ferry Joko Juliantono, S.E., Ak., M.Si., Sekretaris Jenderal MES Ari Permana, Direktur Eksekutif Sekretariat MES Herry Aslam Wahid, serta jajaran Danantara.
Delegasi BAZNAS RI dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., didampingi Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC., CFRM.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai peluang kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Salah satu fokus utama ialah pembentukan koperasi berbasis masjid sebagai instrumen penggerak roda perekonomian umat, sehingga masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain itu, BAZNAS RI bersama Danantara membahas penguatan penghimpunan zakat melalui penerbitan surat edaran agar zakat dan infak karyawan Danantara dapat disalurkan melalui BAZNAS RI. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan dana ZIS secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan aplikasi digital sebagai media penghimpunan zakat yang terintegrasi dengan berbagai skema pembiayaan pembangunan, termasuk pemanfaatan instrumen investasi untuk mendukung program pemberdayaan mustahik secara berkelanjutan.
Dalam audiensi tersebut turut dibahas pemberdayaan ekonomi melalui dana ZIS pada delapan strata prioritas, rencana penandatanganan kerja sama antara BAZNAS RI dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dalam penguatan ekonomi mikro berbasis masjid, serta skema co-financing antara Danantara dan BAZNAS RI untuk pengembangan koperasi pemberdayaan berbasis masjid.
Pertemuan juga menekankan pentingnya pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) sebagai sarana membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan ekonomi, melainkan tumbuh sebagai subjek dan pelaku usaha yang mampu menciptakan nilai tambah bagi dirinya maupun lingkungan sekitarnya.
Melalui sinergi lintas sektor ini, BAZNAS RI optimistis pengelolaan zakat dapat semakin berkontribusi dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi umat, mengurangi kemiskinan, serta mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera melalui pengembangan ekonomi berbasis masjid.
Madin - Humas